Bagi kalian yang suka musik cadas pastinya gak asing lagi mendengar kata "moshing". bagi mereka yang ga tau apa itu moshing mungkin mengira lagi ada tawuran..hahahaha…moshing identik
dengan musik-musik cadas…mereka para penikmat musik cadas atau
musik-musik underground mengekfresikan musik tersebut dengan sebuah
tarian reflek seperti body slamming,headbanging, dan crowdsurfing yang
dilancarkan secara agresif..ya begitulah cara mereka
mengekfresikan..mungkin karna musik underground memang musik yang
memiliki adrenalin tinggi..masa musiknya underground malah ballet ga
mungkin kan jadi ga nyambung dong…ga keliatan deh kesan sangarnya…hahahaha…
Musik
memang dapat mempengaruhi perilaku dan kehidupan seseorang, baik itu
positif atau pun negatif. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya mengubah
pola hidup mereka menjadi sangat ekstrim dan tak terkendali. Namun
justru inilah yang menjadi keunikan dari musik. Musik yang seperti ini
biasanya musik yang memiliki beat-beat yang kencang, musik yang keras,
dan lirik-lirik yang tajam.
Musik yang keras ini memang sering dikonotasikan negatif oleh masyarakat awam. Musik dengan genre seperti punk dan metal ialah beberapa genre musik yang sering mendapatkan cap negatif dari masyarakat. Para pencinta dari musik ini sering melampiasakan ekspresi mereka dengan sebuah tarian yang cukup rusuh dan brutal yang dikenal dengan sebutan moshing.
Moshing sendiri adalah salah satu jenis tarian pada musik punk, rock alternative dan heavy metal. Tarian ini biasanya mengandalkan nyali dan kekuatan tubuh untuk mendorong, menjatuhkan dan meniban tubuh orang lain dengan tubuh kita sendiri. Banyak juga yang beranggapan moshing adalah sebuah olah raga yang cukup membakar kalori dan dapat membentuk tubuh kita dengan sendirinya, walaupun memar dan luka-luka yang akan didapatkan. Headbanging, stage diving dan crowd surfing juga merupakan bagian dari moshing.
Moshing yang juga biasa disebut dengan slam dancing yang sempat booming pada tahun 1970-an, dimana musik punk masih memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan tidak dapat tergeserkan oleh apa pun pada saat tersebut, selain itu hardcore punk menyebut tarian ini dengan sebutan ‘pogo’. Pada saat ini, istilah moshing juga mulai melebar lagi hingga meliputi tarian ‘skanking’ dan ‘trash’.
Selain mengenal moshing, para pencinta jenis tarian ini juga memiliki sebutan untuk tempat mereka melakukan tarian tersebut. Jika di club kita mengenal sebutan dance floor, maka pada moshing kita akan menemukan istilah mosh pit atau circle pit. Tidak ada ukuran tertentu dan tempat seperti apa yang layak untuk dijadikan mosh pit, yang jelas diamana pun ada band yang memainkan musik keras dan ada crowd, maka secara otomatis terciptalah sebuah mosh pit. Free! sempat merasakan bagaimana terjebak di mosh pit sewaktu Korn bermain di Kemayoran. Walaupun memiliki ukuran yang cukup luas namun tetap saja ketika moshing dimulai, tidak ada satu pun yang dapat keluar dari mosh pit. Bahkan untuk menghirup udara saja nampaknya susah. Dua buah water canon juga tidak cukup untuk mendinginkan crowd yang sedang melakukan tarian brutal ini.
Musik yang keras ini memang sering dikonotasikan negatif oleh masyarakat awam. Musik dengan genre seperti punk dan metal ialah beberapa genre musik yang sering mendapatkan cap negatif dari masyarakat. Para pencinta dari musik ini sering melampiasakan ekspresi mereka dengan sebuah tarian yang cukup rusuh dan brutal yang dikenal dengan sebutan moshing.
Moshing sendiri adalah salah satu jenis tarian pada musik punk, rock alternative dan heavy metal. Tarian ini biasanya mengandalkan nyali dan kekuatan tubuh untuk mendorong, menjatuhkan dan meniban tubuh orang lain dengan tubuh kita sendiri. Banyak juga yang beranggapan moshing adalah sebuah olah raga yang cukup membakar kalori dan dapat membentuk tubuh kita dengan sendirinya, walaupun memar dan luka-luka yang akan didapatkan. Headbanging, stage diving dan crowd surfing juga merupakan bagian dari moshing.
Moshing yang juga biasa disebut dengan slam dancing yang sempat booming pada tahun 1970-an, dimana musik punk masih memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan tidak dapat tergeserkan oleh apa pun pada saat tersebut, selain itu hardcore punk menyebut tarian ini dengan sebutan ‘pogo’. Pada saat ini, istilah moshing juga mulai melebar lagi hingga meliputi tarian ‘skanking’ dan ‘trash’.
Selain mengenal moshing, para pencinta jenis tarian ini juga memiliki sebutan untuk tempat mereka melakukan tarian tersebut. Jika di club kita mengenal sebutan dance floor, maka pada moshing kita akan menemukan istilah mosh pit atau circle pit. Tidak ada ukuran tertentu dan tempat seperti apa yang layak untuk dijadikan mosh pit, yang jelas diamana pun ada band yang memainkan musik keras dan ada crowd, maka secara otomatis terciptalah sebuah mosh pit. Free! sempat merasakan bagaimana terjebak di mosh pit sewaktu Korn bermain di Kemayoran. Walaupun memiliki ukuran yang cukup luas namun tetap saja ketika moshing dimulai, tidak ada satu pun yang dapat keluar dari mosh pit. Bahkan untuk menghirup udara saja nampaknya susah. Dua buah water canon juga tidak cukup untuk mendinginkan crowd yang sedang melakukan tarian brutal ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar