Meski awalnya berkutat pada musik-musik pop punk ala
Blink 182 dan Green Day, namun seiring berjalannya waktu, akhirnya Vegan
mencoba memperkenalkan sebuah genre baru di belantika musik Indonesia.
Ya,
dengan nuansa powerpop yang tercipta dari influence musik All American
Rejects dan Paramore, yang digabungkan dengan musik chiptune,
terciptalah sebuah genre baru dari Vegan - band yang berpersonil Gusti
Firly (vokal, gitar), Rheza Pramudita (bass), Rama Cristna (gameboy
& programer), dan Jagad Gemilang (drum). "Kami menyebut genre kami,
Powerpop 8-bit. Kami band baru, untuk awal kami harus menampilkan
sesuatu yang unik, yang berbeda dengan yang lain. Musik kami dibumbui
alat mainan Gameboy sebagai ciri musik Vegan, yang menghasilkan
suara-suara 8 bit ala mainan," ujar Rheza Pramudita, sang bassis di
Jakarta, belum lama ini. Tak main-main bagi band yang akan merilis album
terbaru pada akhir 2011 ini untuk membuat musik chiptune, yang bisa
dibilang baru bagi pecinta musik tanah air. Mereka mengaku, awalnya
membaca suatu majalah yang membahas tentang musik tersebut, dari situlah
ide untuk menambahkan musik ala game boy di dalam musik Vegan muncul.
Dan salah satu inspirasi ternyata didapat dari band asal Jepang, YMCK.
"Tentunya kami suka dengan genre musik seperti yang kami bawa ini,
powerpop genre yang pas buat kami, musik pasar remaja, dengan basic
musik pop dan lebih punya power tentunya, kami harus menjadi anak muda
yang energik," tukas Firly. Dan mengandalkan lagu Hey Monster, band yang
terinspirasi dari kata vegetarian ini, hanya berharap musiknya bisa
diterima oleh masyarakat musik Indonesia. "Vegan kami anggap positif,
karena berasal dari kata vegetarian, kami punya ekspektasi masyarakat
akan suka dengan musik kami seperti kalian suka dengan sayur-sayuran dan
buah-buahan, begitupun pentingnya bagi tubuh. Semoga kami bisa menjadi
warna baru di industri musik tanah air